Sunday, 14 October 2012

Novel "Seoul Soul" Part 8 By Fandy Lumentut


MAKAN MALAM

Sabtu pertama Keiko di Seoul dihabiskan untuk menjaga Jiyeon yang berangsung angsur keadaannya mulai membaiik sejak hari kamis mereka balik dari Jeju.
“Keiko,tidak mau berjalan dengan Jae ? Dia akan mengantar kamu kemana saja, dia tau semua tempat di korea, ia kan Jae ?” tanya jiji Kepada jae dan jae hanya membalas dengan senyum tipis.
“tidak apa apa, aku akan menemani kamu disni Jiji, nnti kalau kamu sembuh bru aku Jalan jalan, kan masih ada seminggu aku disni.”
“ouu, hmm kalau begitu makan malam kita apa yah ? aku tidak mau makan makanan rumah sakit yang menjijikkan”
“Mau makanan apa ?” Kata Jae
“Aku Mau....” belum selesai Jiji berbicara Keiko langsung menyambung pembicaraan mereka
“Dia mau, Sup hangat dan Minuman hngat”
“aku tidak mau, itu sama seperti makanan rumah sakit saja.”
“tapi itu untuk kesehatan, mau tidak mau harus dimakan “ Keiko mulai membesarkan nada suaranya seakan akan seperti seorng Suami terhadap istrinya, melihat hal itu jae kembali bertanya dalam hatinya kenapa dia tidak senang dengan kedekatan mereka.
“begini saja Kamu boleh makan makanan lain tapi selesai makan Sup” saran Jae dengan Bijak
“Baiklah” Jiji Menurut
“terserah apa kata kamu jae, yang pnting dia harus makan sup “
“Oke”

Tidak disangka malam itu mereka berdebat dengan hebat hnya karena masalah makanan untuk Jiji. Terlihat Keiko sangat menyayangi Jiji, entah karena dia merasa bersalah atau memang ada persaan lain yang dia punya.yang pasti Keiko sangat perhatian terhadap Jiji.
Jae pun berjalan menyusuri jalan pertokoan pusat kota Seoul, disalah satu minimarket ia membli makanan dan Sup Hangat tak lupa rokok yang selalu menemaninya. Pikiran jae mulai tak tentu, ia semakin kacau tanpa sebab yang jelas.
Ketika Jae tiba di depan salah satu Toko, ia serasa tertarik untuk masuk kedalam, ia mulai melangkah ke Toko itu, seakan ada yang memanggilnya untuk masuk kedalam, tapi dia tak tahu, ia mulai melangkah dan berdiri tepat di Toko itu

To be continued..

Saturday, 13 October 2012

Novel "Seoul Soul" Part 7 By Fandy Lumentut



TANGISAN TULUS KEIKO

Tidak terasa sudah 2 hari mereka di pulau Jeju.Keiko sebenarnya masih ingin lebih lama tinggal di Jeju tapi apa mau di kata , waktunya sudah tidak memungkinkan.Dia masih penasaran dengan keberadaaan Ayah Jae , tapi dia tidak mau terlalu memikirkan itu karena dia lihat jae senang dengan kehidupannya skrang.
“2 hari singkat skali rsanya.” Kata Keiko
“hehe, ketagihan kan kamu di sini. Tenang masih bnyak yang akan kita temui di Seoul , Oke ??”
“Kau Janji ??” Keiko meminta Kepastian
“ia Aku janji”
“aku berani jamin” Jiyeon menyambung pembicaraan mereka.
“baiklah,,,”

Masih pagi sekali mereka telah sampai di Seoul, dan sesampai nya mereka di situ langsung diperhadapkan dengan masalah.Jiji merasa tidak enak badan, mukanya menjadi pucat tanpa sebab
“Ji, kamu kenapa ?” tanya keiko dengan khwatir
“Aku tidak apa apa Keiko, mungkin hanya sedikit kecapean , maklum kan sibuk jalan jalan”
“aku minta maaf Ji, karena nemenin aku jiji jadi skit seperti ini,”
“engga apa apa kok kei,, ini hal yang biasa”
“Ji, kalo kamu sakit nnti di antar ke rumah sakit” tanya Jae
“Ngga Apa apa kok,” merekapun trus berjalan
Tiba tiba Jiji pingsan dan keiko serta Jae langsung panik ngga karuan, Jae langsung menlpon ambulans dan  keiko mencoba menyadarkan Jiji yang tengah pingsan.bebrapa saat kemudian ambulans datang dan membawa Jiji ke rumah sakit diikuti Keiko di dalam Ambulans sedangkan Jae sendiri membawa Mobilnya yang ditinggalkan di pelabuhan 2 hari yang lalu.
Sesampainya di Rumah sakit mereka mengantar Jiji yang tengah pingsan ke Ruang UGD , dan keiko menunggu di depan dengan sabar.tidak lama setelah itu dokte yang memeriksa Jiji keluar dan mengabrkan bhwa Jiji sudah siuman.
“Jiji hanya kecapean dan buth istirahat” Kata Dokter
Keiko masuk kedalam ia melihat Jiji sedang istirahat tertidur pulas, dia tidak berani membangunkan Jiji yang sedang tidur itu dan dia duduk di samping Jiji, ia memegang tangan Jiji dan mulai berkata kata
“Jiyeon, Maafkan aku aku ini memang bodoh, aku membiarkan kamu capek hanya untuk mengantar aku berkeliling.Aku minta maaf ji, aku yang membuat kamu seperti ini, aku yang membuat kamu sakit dan harus pingsan.Skali lagi aku minta maaf Ji”
Tanpa sadar Air mata sudah berlinang di pipi Keiko, ia sangat tlus mengungkapkan maaf kepada Jiyeon yang tertidur.Ia berharap Jiji mau memaafkan dia.Ia terus minta maaf tapi jiji masih berada di alam bawa sadarnya karena tengah tertidur pulas.
Jae baru tiba dengan kendaraannya, ia mencari kamar Jiji di rawat dan saat di depan pintu ia terkejut dengan tangisan Keiko, Dia belumpernah meilhat keiko mengangis dengan sangat sperti itu. Ia tidak mau mengganggu jadi dia menunggu di luar.Jae tidak mengerti apa apa tapi satu hal yang pasti ada rasa sakit di hatinya melihat keiko menggegam tangan Jiji dengan tulus sperti itu.
“Rasa apa ini ? apa aku cemburu ? tentu saja tidak Jiji dan Keiko kan temanku jadi tidak apa apa” Pikirannya bergejolak.Ia trus bertanya tapi belum ada jawaban yang tepat.

to be continued ..

Novel "Seoul Soul" Part 6 By Fandy Lumentut


PULAU KENANGAN

Seharian penuh mereka mengelilingi Jeju, Dan Keiko ternganga dengan keindahan kota ini, wajar saja Daerah ini jadi destinasi wajib bagi seluruh pelancong. Keiko yang awalnya berkata biasa saja mulai menarik ucapannya dan senang bisa berada di Daerah itu, kesenangannya bertambah dengan kehadiran teman baiknya Jae yang bagitu setia dan bagi Keiko sejak mereka bertemu dan juga Teman baru mereka Jiyeon yang baik mau menyambut keiko dengan senyuman manis.
Sekitar pukul 7, Keiko dan Jiyeon berjalan berdua karena Jae yang singgah di mini market untuk membeli rokok.dalam perjalanan Keiko dang Jiyeon bercerita banyak tentang kelakuan Jae, rasa rasanya mereka tau betul bagaimana sikap dan prilaku Jae yang mereka kenal.
“Ji, Dae suka merekok sejak kapan ?”
“hmm, sebenarnya aku belum tau persis kapan dia suka mengkonsumsi Rokok tapi yang pasti sejak aku bicara dengannya beberapa tahun yang lalu dia memang sudah senang merokok,”
“Ou,, kalau kamu sendiri sudah pernah merokok?”
“Pernah,satu kali itu pun karena Jae yang memaksa, tapi aku tidak ingin mengulang, rsaanya tidak karuan.”
“hehehe...”
Setelah berjalan beberapa langkah kedepan mereka sampai ke pesisir pantai jeju yang Exotis di malam hari.
“Disini, Jae pernah berkata padaku bahwa dia sngat senang dengan suara deruh dombak karena disinilah orang tuanya bertemu.” Jiji mengangkat cerita
“Benarkah ? bukankah orang tua jae itu sibuk dan sudah tidak perduli pada jae ?”
“Yakkkkh,,, jangan berkata seperti itu, kamu tidak tau sebrapa besar cinta orang tua jae buat dia, mereka bekerja keras untuk jae,supaya stiap kbutuhan Jae terpenuhi.”
“Ouu, bgitu,,, Mianhae”
“yang aku pikirkan sebenarnya Jae, dia belum dapat mengerti akan hal itu sehingga dia sampai sekarang tidak dapat dekat dengan Orang Tuanya.”
“Aku sebenarnya tau dimana Ibunya, soalnya dia pernah bercerita tapi tentang ayahnya aku tidak pernah dengar”
“Ayahnya Jae sudah ,.....”
belum selesai Jiji bercerita Jae berteriak dari belakang membri isyarat untuk pulang, mereka pun pulang mengikuti jae dan Jiji berjanji menceritakan itu lain kali buat Keiko.

To be contiued....

Novel "Seoul Soul" Part 5 By Fandy Lumentut


JEJU

Jeju, merupakan pulau yang berada di kawasan korea selatan. Pulau yang indah ini sdangat memukau dengan khasnya bentuk pulau mahkota itu, Pulau tersebut merupakan Destinasi Wajib bagi seluruh pelancong yang datang ke korea.
Begitu juga dengan Jae dan Keiko, Mereka berencana untuk berangkat ke Jeju, dan tentu saja bukan hanya mreka berdua, Jiji juga di ajak karna biar bagaimana pun jiji merupakan orang yang paling dekat dengan mereka untuk saat ini ketika mereka di Korea.
“Ji, Barang mu biar aku yang bawah.”
“tidak perlu keiko, aku bias kok, cumin sedikit juga”
“oke,, masukan saja kemobil”
“Hei kalian berdua, lama sekali…. Ayo kita hamper kesiangan”
Teriak jae dari kemudi mobil
“Ia ia pak… jangan marah marah…!”
Keiko menjawab dengan sabar, dan jiji hnya tersenyum tipis melihat kelakuan kedua temannya itu.

Pukul 10.00 mereka sudah naik di kapal yang kan menghantar mereka, hanya memrlukan 2 Jam berangkat ke jeju.Keiko Jae dan Jiji membawa barang yang cukup bnyak karna mereka berencaran menginap disana untuk 2 hari kedepan.
“Keiko, bagaimana mnurutmu?? Bagus bukan Korea ?”
“hmm, bias di bilang begitu, tapi aku belum melihat keseluruhannya.”
Keiko mencoba mengelak padahal dia sudah ternganga dengan kehindahan kota itu.sekitar pukul 12 siang mereka sampai di Jeju.
Setelah semua barang turun, mereka pun melangkah untuk menyari Hotel dengan bantuan taksi yang ada di pelabuhan.
“Pak, bawa kami di Hotel yang bagus yah pak,”
Kata Jiji dengan Sopan, dan supir tersebut mengangguk.

Sekitar 15menit mereka berada di taksi tersebut.akhirnya sampai lah di Hotel yang besar dan terlihat nyaman itu.
“Sudah lah Jiji, nanti aku yang bayar”
Jiji tersenyum mendengar kata Keiko yang menghalangi nya.
Keiko pun turun setelah membayar dan berbisik kepada Jae
“Jae, mahal skali taksi disini”
Jae dan Jiji hanya tertawa dengan perkataan Keiko itu.
Keiko meresa kapok dengan banyaknya Uang yang harus dikeluarkan dia tidak mau Uang liburnya di korea akan habis hanya karna hal semacam membayar Taksi.

to be contiued...

Novel "Seoul Soul" Part 4 By Fandy Lumentut


MALAM PERTAMA DI SEOUL

Sesudah semua barang mereka dimasukkan di rumah yang mereka tempati,waktunya mereka bersantai.Malam ini merupakan malam pertama bagi Keiko di Korea.begitu juga bagi Jae, kira kira 1Tahun sudah dia meninggalkan Seoul.Berhubung Rumah jae yang sangat besar maka tempat mreka istirahat sangat strategis, karna rumah yang mengarah ke matahari terbenam ini memang sangat cocok untuk bersantai.
“Woww,,, Rumah ini sangat cocok untuk berlibur jae,…. Aku ingin lebih lama tinggal disini..”
“Kamu,,,,, ini krna kamu baru liat yang bagus bagus…”
“bagus2 ? berarti ada yang buruk dong??”
Jae hanya tersenyum tipis.
“Kau jae….. buat aku penasaran…. Aku cium juga kau..”
Keiko berusaha mendekati bibirnya ke bibir keiko.
“he,,,,, gila kau ini…!!!”
Keiko tersenyum geli
“wkwkwkw,,, kamu pede sekali aku ingin mencium mu… lebih baik aku cium Jiyeon..!!!”
Keiko keceplosan
“hahahha,,,, ternyata kau suka Jiji…!!”
“tidak tidak…. Aku hanya bercanda”
“Kei suka jiji..!”
Jae berjalan saqmbil mengejek…

Tinggal Keiko di tempat mereka beristirahat.
Apakah aku benar menyukai jiji?? Padahal ini baru malam pertama…
Pikir keiko.
Tapi keiko tidak terlalu memikirkannya. Pikirnya dia hanya kagum dengan Jiji yang cantik dan baik hati. Dan yang pasti dia akan menemukan lebih banyak Jiji jiji yang lai di korea.
Ia berdiri dan berjalan menuju kamarnya yang berseblahan dengan Jae, tanpa sengaja ketika ia berjalan kekamarnya Keiko melewati kamar jae yang tidak terkunci, dan Keiko sempat melihat Jae yang tengah berdoa, keiko tidak tau jelas apa yang di doakan Jae, tapi dia tidak berniat mengganggu Jae yang tengah tekun berdoa.
Keiko hanya lewat begitu saja dan masuk kekamarnya, tidak ada rasa penasran dalam dirinya, karna wajar, mereka beragama Kristen,jadi kalau berdoa bukan merupakan hal yang aneh.Akhirnya keiko mencoba tidur setelah ia mematikan ipodnya yang memainkan lagu 2AM Kesukaannya “Even I Die ill never let you go”

Jae, yang belum juga tidur terlihat sangat gusar.terlihat jelas bahwa dia tidak setegar yang orang lain kira. Dia menangis tanpa jelas.Namun ternyata tangisan nya itu karna sebab yang jelas.

to be contiued ...

Novel "Seoul Soul" Part 3 By Fandy Lumentut


TEMAN BARU

Liburan Musim Panas kali ini ingin mereka habiskan bersama teman temannya. Niat awalnya begitu, namun karna keinginan dari teman temannya yang sudah menjadwal rencana musim panasnya sehingga batal semua rencana mereka.
Akhirnya hanya Jae dan Keiko saja yang memutuskan untuk Pergi berlibur.Liburan mereka ingin mereka habiskan di Negara asal jae.. di KOREA.berhubung Jae yang kangen dengan ibunya dan Keiko yang belum pernah kesana akhirnya mereka memutuskan untuk kesana.
Pagi pagi mereka sudah ada di bandara. Sekitar pukul 7 Pagi Mereka akan take off, jadi mereka datang 1jam lebih awal. Mereka tidak menyewa trevel karna Jae sudah hafal betul dengan Negara nya itu.
Tepat pukul 7pagi, Japannese Airlines take off dari bandara di Jepang.Perjalanan yang harus menempuh wktu kurang lebih 9 jam ini membuat Jae dan Keiko tertidur. Jae sudah biasa terbang dengan jarak yang jauh dan waktu yang lama, sedangkan Keiko, baru ke3 kalinya, sebelumnya perjalanan yang panjang ia tempuh saat ingin ke Eropa. Dan butuh waktu yang lama juga.Kalau Jae sudah sering bolak balik USA krna Ibunya yang tinggal disana untuk bekerja.Jadi pantatnya sudah tidak sering keram.
Sore itu, Japanness Airliness mendarat di bandara Incheon Korea Selatan.
“Keiko, bangun kita sudah sampai”
“oh,, sudah sampai?”
“iaa,,, cepat bangun,, mulut mu bau sekali..!”
“hi…hi….hi”
Keiko balas omongan Jae dengan lemah karna dia yang baru bangun.

Mereka pun menunggu bagasi, karna bwaan mereka yang cukup bnyak membuat mereka harus sewa kurir.
“Pak..!”panggil Jae dengan bahasa Korea, Keiko hanya diam tnpa tau apa yang mereka bicarakan.
Akhirnya seluruh barang sudah di angkut di troli Kurir.Mereka berjalan menuju Pintu keluar.namun pandangan keiko teralih pada gadis Asia yang cantik. Gadis tersebut memgang kertas yang bertuliskan “ Jae – Japan” . dan ternyata gadis tersebut merupakan Teman sekolah Jae yang dulu.Jae memang telah memberitahu Jiyeon bhwa mereka akan datang.
“Jiji nah….” Panggil Jae dengan semangat.
“Jae oppa”  Balas Jiji
Jae dan Jiji memberi salam dengan gaya korea, namun karna Senangnya Jiji, jiji langsung memeluk Jae, Jae pun membalas dengan memeluk Jiji.
Terlihat jiji paham dengan yang dijelaskan Jae bahwa ia membwa temen dari Jepang..
“Annyeonghaseyo Keiko Oppa” membungkuk
“Annyeonghaseyo Jiji” keiko membalas dengan kemampuan bahasa koreanya yang masih perlu diasah.
Selanjutnya mereka berangkat, ke Rumah Jae di Korea, Rumah tersebut sengaja tidak di jual karna sewaktu waktu jika jae ingin datang tidak perlu mencari tempat tinggal lagi.Rumah tersebut mewah dengan gaya koreanya.Rumah hasil kerja ibunya itu sangat besar dilengkapi dengan Kolam renang.Rumah jiji hanya beda 1 blok dari Rumah Jae.
“keiko,disini kita akan tinggal untuk 2minggu kedepan..’
“ouu,,, bagus… aku dapet tempat tidur sendiri yah, aku ngga mau tidur sama kamu, kamu sering ngorok soalnya,hehehehhe” goda Keiko dengan maksud bercanda.
“kau ini..!!!”
“Oh ya, Ji, bagaimna kabar orang tuamu ?? sehat ? “ mereka bercerita dengan bahasa jepang agar keiko mngrti
“ia, mereka sehat, bagaimana dengan Sekolah mu di sana jae ? lancar kan jangan bilang kmu masih suka bolos….?”
“Ia ji,,, dia doyan bolos, apalagi kalau mau ujian.. pasti bolos, sakit lah, kesiangan lah..macem macem alasannya”
Jiji hanya tersenyum kecil, hal tersebut membuat Keiko terpesona, wajar saja gadis cantik itu sangat ramah padanya.
“ehh, apa kau ini,,, bicara sembarangan..!! “ Kata Jae membela.
“Sudah sudah, ayo sekarang silakan kalian masuk ke rumah, aku pulang dulu, mau kasih tau orang tua ku.”
“Oke Ji,,,, Bye…” kata jae sambil melihat jiji yang berlari menuju rumahnya
“ia ji, Bye,,” Kata tersebut spontan keluar dari mulut keiko
Melihat gaya bicara Keiko, sepertinya dia ska pada Jiji.teman baru nya yang baru saja dy kenal di bandara sesampainya di korea.


to be contiued.....

Novel "Seoul Soul" Part 2 By Fandy Lumentut



BEDA TAPI SEHATI

Akhirnya sekolah pun bubar, dan siswa pulang kerumah masing masing, tapi sebelum pulang keiko dan Jae, 2 sahabat karib ini mengantar Bpk Ken dengan Mobil Avanza  mereka.
Keiko dan Jae memang sangat dekat dengan bapak Ken, krna bapak yang hobby bola ini memiliki kesamaan Pikir dengan Keiko dan Jae.
“Keiko, jae trimaksih yah,,,, Tidak mau mampir?”
“Tidak usah lah pak,kita harus segera pulang”balas Jae
“oh, baiklah. Dah..” sambil melambaykan tangannya ke arah Mobil yang sudah mulai bergerak itu.
Dalam perjalanan pulang, di Sore itu mereka memutuskan untuk singgah di Salah satu Supermarket untuk membeli minum, dan rokok untuk jae yang memang hobby meroko. Jae memang jauh berbeda dengan Keiko, keiko suka dengan cara hidup sehat ia menjauhi Rokok.Sedangkan jae, sangat menikmati Rokok.
“Matiin Rokok kamu, ini kan lagi pasang AC…”
“Ah, biasa ajjalah,kan yang nyetir jga aku, ngga masalah Kei..!”
“Susah yah kamu di bilangin”

Sesampainnya di kompleks perumahan mereka, Keiko langsung turun, karna rumah mereka yang cmn berseblahan membuat mereka selalu berkomunikasi.Bahkan mereka dapat berkomunikasi hnya dgn saling berteriak.karna letak kamar mereka memang di lantai 2 dan berhadapan.
Jae yang memang selalu sendiri di rumahnya menjadi anak yang mandiri dan mampu mengatur rumahnya dengan baik, namun karna rumah yang besar sehingga cukup sulit kalau hanya sendiri, jadi Ibu Jae yang tinggal di USA memutuskan untuk menyewa Pembantu dan Tukang kebun.Karna kesendiriannya jae menjadi anak yang tertutup dan tidak terlalu sering bergaul, teman sehari harinya hanya keiko , leptop dan Novel yang tiap minggu dia beli.
Sedangkan Keiko, merupakan anak yang selalu di perhatikan oleh orang tuannya, membuat dia sedikit manja.Namun keiko merupakan anak yang pintar dan Ramah.Dia ramah kepada siapa saja, namun Jae mendapat tempat khusus di hati Keiko karna persahabatn mereka yang sudah 1 Tahun berlangsung.
Selain itu Jae dan Keiko selalu bercerita apa saja, jadi nyaris tidak ada rahasia di antara mereka, kecuali yang tidak ingin jae ungkapkan adalah tentang Ayahnya yang dia sendiri tidak tau dimana. Sebenarnya bukan tidak tau, dia memiliki kesempatan untuk tau, namun dia tidak tertarik untuk mencari tau ayahnya yang kata ibunya adalah orang yang sibuk.


To be Contiued ...