TANGISAN TULUS KEIKO
Tidak terasa sudah 2 hari mereka di pulau Jeju.Keiko
sebenarnya masih ingin lebih lama tinggal di Jeju tapi apa mau di kata ,
waktunya sudah tidak memungkinkan.Dia masih penasaran dengan keberadaaan Ayah
Jae , tapi dia tidak mau terlalu memikirkan itu karena dia lihat jae senang
dengan kehidupannya skrang.
“2 hari singkat skali rsanya.” Kata Keiko
“hehe, ketagihan kan kamu di sini. Tenang masih bnyak
yang akan kita temui di Seoul , Oke ??”
“Kau Janji ??” Keiko meminta Kepastian
“ia Aku janji”
“aku berani jamin” Jiyeon menyambung pembicaraan mereka.
“baiklah,,,”
Masih pagi sekali mereka telah sampai di Seoul, dan
sesampai nya mereka di situ langsung diperhadapkan dengan masalah.Jiji merasa
tidak enak badan, mukanya menjadi pucat tanpa sebab
“Ji, kamu kenapa ?” tanya
keiko dengan khwatir
“Aku tidak apa apa Keiko, mungkin hanya sedikit kecapean
, maklum kan sibuk jalan jalan”
“aku minta maaf Ji, karena nemenin aku jiji jadi skit
seperti ini,”
“engga apa apa kok kei,, ini hal yang biasa”
“Ji, kalo kamu sakit nnti di antar ke rumah sakit” tanya
Jae
“Ngga Apa apa kok,” merekapun trus berjalan
Tiba tiba Jiji pingsan dan keiko serta Jae langsung panik
ngga karuan, Jae langsung menlpon ambulans dan keiko mencoba menyadarkan Jiji yang tengah
pingsan.bebrapa saat kemudian ambulans datang dan membawa Jiji ke rumah sakit
diikuti Keiko di dalam Ambulans sedangkan Jae sendiri membawa Mobilnya yang
ditinggalkan di pelabuhan 2 hari yang lalu.
Sesampainya di Rumah sakit mereka mengantar Jiji yang
tengah pingsan ke Ruang UGD , dan keiko menunggu di depan dengan sabar.tidak
lama setelah itu dokte yang memeriksa Jiji keluar dan mengabrkan bhwa Jiji
sudah siuman.
“Jiji hanya kecapean dan buth istirahat” Kata Dokter
Keiko masuk kedalam ia melihat Jiji sedang istirahat
tertidur pulas, dia tidak berani membangunkan Jiji yang sedang tidur itu dan
dia duduk di samping Jiji, ia memegang tangan Jiji dan mulai berkata kata
“Jiyeon, Maafkan aku aku ini memang bodoh, aku membiarkan
kamu capek hanya untuk mengantar aku berkeliling.Aku minta maaf ji, aku yang
membuat kamu seperti ini, aku yang membuat kamu sakit dan harus pingsan.Skali
lagi aku minta maaf Ji”
Tanpa sadar Air mata sudah berlinang di pipi Keiko, ia
sangat tlus mengungkapkan maaf kepada Jiyeon yang tertidur.Ia berharap Jiji mau
memaafkan dia.Ia terus minta maaf tapi jiji masih berada di alam bawa sadarnya
karena tengah tertidur pulas.
Jae baru tiba dengan kendaraannya, ia mencari kamar Jiji
di rawat dan saat di depan pintu ia terkejut dengan tangisan Keiko, Dia belumpernah
meilhat keiko mengangis dengan sangat sperti itu. Ia tidak mau mengganggu jadi
dia menunggu di luar.Jae tidak mengerti apa apa tapi satu hal yang pasti ada
rasa sakit di hatinya melihat keiko menggegam tangan Jiji dengan tulus sperti
itu.
“Rasa apa ini ? apa aku cemburu ? tentu saja tidak Jiji
dan Keiko kan temanku jadi tidak apa apa” Pikirannya bergejolak.Ia trus
bertanya tapi belum ada jawaban yang tepat.
to be continued ..
No comments:
Post a Comment